The Power of Art Therapy

The Power of Art

Sobat Hidup udah pernah denger belum, sih, kalo seni juga bisa dijadikan sebagai metode pengobatan yang disebut art therapy?

Pengobatan? Bukannya seni buat keindahan doang, ya? Terus, kalo buat pengobatan, seni tuh buat orang-orang yang jago doang dong?

Simak penjelasan berikut, yuk!

 

Seni Hanya Bagi Mereka yang Jago?

 

Salah besar! If you can pinch clay or hold a pencil, if you can touch, see, smell or hear, art is for you,” kutip Mallory Montgomery. Dengan kata lain, seni dapat ditemukan di manapun dan dapat dilakukan oleh siapapun. Seni yang kita tahu biasanya berupa lukisan, kerajinan tanah liat, musik, dance, dan theater. Di sisi lain, kerajinan origami, lettering, bahkan coret-coretan di atas kertas juga merupakan seni. 

Kita gak sadar, seiring bertambah dewasa, ternyata pandangan kita terhadap seni menjadi lebih rumit. Kita menjadi cenderung enggan untuk berkarya karena khawatir kita gak cukup kreatif atau mahir. Namun, Sobat Hidup gak perlu bimbang dan ragu karena gak ada pengecualian bagi siapapun untuk berkarya dan mendapat manfaat dari seni. Salah satu manfaat dari seni adalah art therapy.

 

Yuk Kenali Art Therapy!

 

Art therapy merupakan penggunaan seni sebagai media yang dapat membantu penyembuhan individu dengan psychological disorders dan menunjang kesehatan mental mereka. Bentuk pemanfaatan seni ini dinilai efektif apalagi buat kita-kita yang gak bisa mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. Oiya, perlu diingat bahwa terapi ini bukan hanya diperuntukkan bagi pejuang mental health. Kok bisa?

Langsung kita simak aja manfaat-manfaat dari art therapy seperti yang di bawah ini: 

  1. Mengobati depresi

Survey sudah bilang bahwa dengan art therapy, seseorang akan mengalami peningkatan positive mood, kepercayaan diri, dan penurunan stress-level. Dengan berkarya di bidang seni, dopamin atau biasa disebut hormon kebahagiaan akan meningkat kadarnya jika seseorang mengalami kejadian menyenangkan. Hormon ini berperan penting untuk mencegah seseorang mengalami depresi.

2. Meningkatkan memori otak

Aktivitas menggambar dan melukis dapat menstimulasi hippocampus di otak sehingga terapi seni ini dapat membantu penderita demensia dan Alzheimer untuk mengingat lebih baik dan kecepatan berpikirnya menjadi lebih stabil.

3. Mengobati kanker

Menurut riset, 53% penderita kanker merasa fisiknya menjadi lebih baik setelah art therapy dan 70% di antaranya menyatakan bahwa art therapy itu relaxing. Terapi ini juga membantu pasien dalam menemukan tujuan hidup mereka dan mendapatkan social support dengan membantu mereka mengomunikasikan apa yang mereka rasakan kepada kerabat melalui seni. 

4. Mencegah perilaku pelampiasan yang berbahaya

Contohnya, nih, jika seseorang biasa melampiaskan kemarahannya dengan meninju tembok atau orang lain, pastinya serem dong. Nah, art therapy dengan material kayu atau tanah liat mungkin akan cocok untuknya dan akan menghasilkan outcome yang tentunya lebih kreatif dan bermanfaat.

Perlu diingat, goals dari art therapy bukan agar memperoleh hasil yang enak dipandang dan ramai pujian. Tapiii, art therapy bertujuan membantu kita untuk menuangkan perasaan kita dan mengenal diri kita lebih dalam.

 

Art Therapy Perlu Siapkan Apa Saja?

 

Kegiatan ini bisa dilakukan bersama dengan art therapist dan tanpa art therapist. Art therapist akan memonitor pasien dan akan bertanya mengapa menggambar hal tersebut, menggunakan warna tertentu, apa arti di baliknya, dan bagaimana perasaan mereka setelah karyanya selesai. Seperti halnya hobi, terapi seni juga bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah cari tempat dan bangun suasana yang paling nyaman menurut Sobat Hidup.

Saran selanjutnya adalah don’t worry, just start. Biarkan perasaan Sobat Hidup mengalir dan tuangkan emosi tersebut menjadi bentuk apapun yang Sobat Hidup inginkan.

Gampang banget, tapi efeknya gak terduga ternyata amazing! Menjalani hari-hari yang padat, Sobat Hidup tentunya juga butuh waktu rehat sejenak, bukan? Sobat Hidup bisa meluangkan waktu di akhir pekan untuk melakukan sesi art therapy agar dapat memulai minggu yang baru dengan penuh semangat.

 

Ditulis oleh : Victory Avrillia

 

Sumber

“How Art Can Heal”, https://kimberlypoppe.com/blog/how-art-can-heal, diakses pada 19 Desember pukul 22.16 WIB.

“How Art Can Heal”, https://www.americanscientist.org/article/how-art-can-heal, diakses pada 19 Desember 22.23 WIB.

“The Healing Power Of Art”, https://www.henryford.com/blog/2018/05/healing-power-art#:~:text=A%3A%20Art%20is%20healing%20because,and%20body%20to%20promote%20healing, diakses pada 19 Desember 22.29 WIB.

Ikuti kami di

Dapatkan informasi terupdate dari kami

Terus terkoneksi dengan HIDUP

Jl. Ganesa No.15, Lb. Siliwangi,
Kecamatan Coblong,
Kota Bandung, Jawa Barat 40132
0821 1820 1573
hidupmediaid@gmail.com