Ironi Negeri Bahari
| Wednesday, 09 February 2011 |
| INDONESIA merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah laut mencapai lebih dari 2/3 total luas wilayahnya yang menyimpan kekayaan sumber daya alam laut yang besar. Berdasarkan perhitungan beberapa pakar, nilai ekonomi potensi kelautan di Indonesia cukup mencengangkan. Sektor perikanan ternyata memiliki nilai ekonomi sebesar USD32 miliar per tahun.Angka tersebut setara dengan kurang lebih Rp300 triliun per tahun. Data dari BPS sampai triwulan III/2009 menunjukkan bahwa sektor perikanan menyumbangkan 19,68% dari total PDB lapangan usaha pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan atau setara dengan 3,12% dari total PDB Indonesia.Total PDB sektor perikanan hanya mencapai angka Rp136 triliun.Hal ini berarti bahwa hasil dari Sektor Perikanan Indonesia masih jauh di bawah nilai ekonomi potensi perikanan di Indonesia yang berada pada kisaran Rp300 triliun. “Pada 2007, volume produksi perikanan Indonesia sudah mencapai sekitar delapan juta ton.Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai produsen kedua terbesar setelah China atau setara dengan 5,16% produksi perikanan seluruh dunia,“ tutur Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan Happy Simanjuntak.Besarnya volume produksi perikanan di Indonesia nyatanya tidak membawa dampak yang signifikan bagi total produk domestik bruto jika dibandingkan dengan kontribusi sektor pertanian sebesar 27,4%. Salah satu penyebab mengapa produksi perikanan tidak memiliki kontribusi yang signifikan terhadap total produk domestik bruto Indonesia adalah karena kebanyakan dari penghasil ikan yaitu para nelayan hanya menjual hasil tangkapan mentahnya secara langsung.
Mereka menjual hasil tangkapan yang mereka peroleh seadanya tanpa melakukan modifikasi produk untuk meningkatkan nilai penjualan produk mereka. Beberapa hal penyebab para nelayan untuk tidak melakukan pengolahan lebih lanjut terhadap hasil tangkapan mereka di antaranya karena keterbatasan modal,SDM,dan teknologi para nelayan. Kita tahu bahwa kebanyakan nelayan Indonesia merupakan golongan menengah ke bawah yang memiliki banyak keterbatasan seperti modal,pengetahuan, dan keterampilan. Selaras dengan visi yang dimiliki Kementrian Kelautan dan Perikanan, yaitu Pembangunan Kelautan dan Perikanan: ”Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015”, harus ada suatu revolusi besar dalam sektor kelautan Indonesia.Produk perikanan sebagai fokus utama di dalam visi tersebut harus mendapatkan perlakuan khusus dari Pemerintah Indonesia. Pemerintah hendaknya memiliki rencana strategis untuk mencapai visi yang telah disusunnya. Rencana strategis tersebut dapat dimulai dari memperkuat kelembagaan dan SDM terkait secara terintegrasi, memastikan keberlanjutan dari biota laut sebagai salah satu komponen sumber pendapatan negara,meningkatkan produktivitas dan daya saing produk,serta memperluas akses pasar domestik dan internasional.(*) Siti Farida |

Tak perlu HEBAT untuk memulai usaha,
Melainkan harus BERANI memulai untuk jadi hebat !
Langkah pertama kadang terasa SULIT,
Tapi pasti MEMUDAHKAN untuk membuat langkah berikutnya.